Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

Wednesday, June 9, 2021

SOP PENJAHITAN PERINEUM

 

SOP PENJAHITAN PERINEUM

SOP

No. Dokumen

 

No. Revisi

 

Tanggal  Terbit

 

Halaman

 

UPTD Puskesmas Tambaksari

 

 

 

H. Iim Ibrahim, SKM

NIP. 196410201984121001

 

 

1.  Pengertian


Menyatukan kembali jaringan tubuh dan mencegah kehilangan darah yang tidak perlu

2.  Tujuan


Sebagai acuan petugas dalam melakukan langkah-langkah penjahitan perineum

3.  Kebijakan


SK Kepala Puskesmas

4.  Referensi

                              

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan Tahun 2013

5.  Alat dan Bahan


5.1        Nald folder (Needle  holder)

5.2        Suture Needle dari bentuk 2/3 circle

5.3        Pincet 1 buah

5.4        Benang

5.5        Kasa steril

5.6        Tampon

5.7        Spuit 5 ml 1 buah

5.8        Duk steril

5.9        Anestesi lokal lidokain 1%

5.10     Sarung tangan steril                  

5.11     Cairan desinfektan povidon iodin 10%                  

5.12     Kapas DDT

5.13     Lampu sorot

5.14     Neirbeken

6.  Langkah-langkah


6.1    Buat jahitan pertama kurang lebih 1 cm diatas ujung laserasi di mukosa vagina. Setelah itu buat ikatan dan potong pendek benang dari yang lebih pendek. Sisakan benang kira-kira 1 cm.

6.2    Tutup mukosa vagina dengan jahitan jelujur, jahit ke bawah ke arah cincin hymen

6.3    Tepat sebelum cincin himen, masukkan jarum ke dalam mukosa vagina lalu ke belakang cincin himen sampai jarum ada di bawah laserasi kemudian ditarik keluar pada luka perineum

6.4    Gunakan teknik jelujur saat menjahit lapisan otot. Lihat kedalam luka untuk mengetahui letak ototnya.

6.5    Setelah dijahit sampai ujung luka, putarlah jarum dan mulailah menjahit kearah vagina dengan menggunakan jahitan subkutikuler

6.6    Pindahkan jahitan dari bagian luka perineum kembali ke vagina di belakang cincin hymen untuk diikat dengan simpul mati dan dipotong benangnya

6.7    Masukkan jari ke dalam rectum

6.8    Periksa kembali

6.9    Cuci area genital dan kompres dengan kasa betadin

7.  Diagram Alir

 

8.   Hal-hal yang perlu diperhatikan


 

9.   Unit Terkait


 

10.  Dokumen Terkait


 

11.  Rekam Historis Perubahan


No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan

 

 

 

 

 

SOP PEMERIKSAAN ANC

 

 

SOP PEMERIKSAAN ANC

logo puskesmas terbaruDescription: G:\logo-puskesmas.pngDescription: G:\logo-puskesmas.pngDescription: G:\logo-puskesmas.pngDescription: G:\logo-puskesmas.pngDescription: G:\logo-puskesmas.png

SOP

No. Dokumen  

:

 

No. Revisi      

:

 

Tanggal  Terbit

:

 

Halaman     

:

 

UPTD

Puskesmas

Tambaksari

 

H. Iim Ibrahim, SKM

NIP. 196410201984121001

1.   Pengertian

ANC adalah pelayanan kesehatan yang diberikan pada ibu hamil dan selama kehamilannya.

2.   Tujuan

Sebagai Pedoman kerja Petugas KIA dalam pelaksanaan pelayanan pemeriksaan Ibu hamil ( ANC ).

3.   Kebijakan

Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter dan bidan

4.   Prosedur

1.    PERSIAPAN ALAT :

a.  Persiapan ruangan dan alat lengkap, alat pemeriksaan ( timbangan, ukuran panggul, tensi dan alat suntik ).

b.  Persiapan Vaksin TT dalam cold chain, tablet Fe dan Vitamin.

c.   Pelaksanaan pemeriksaan dan tindakan.

d.  Penyuluhan.

e.  Pencatatan / rujukan.

 

  1. PELAKSANAAN :

a.    Petugas menerima kunjungan ibu hamil di Ruang KIA setelah mendaftar di loket pendaftaran.

b.    Petugas melakukan Anamnesa:

»      Menanyakan Identitas.

»      Menanyakan riwayat kehamilan yang sekarang dan yang lalu.

»      Menanyakan riwayat menstruasi.

»      Menanyakan riwayat persalinan yang lalu dan pemakaian alat kontrasepsi.

»      Menanyakan riwayat penyakit yang diderita dan riwayat penyakit keluarga.

»      Menanyakan keluhan pasien.

»      Mempersilahkan Ibu hamil ke Laboratorium untuk periksa Hb dan golongan darah ( untuk Bumil dengan K1 ), pemeriksaan Hb diulang pada umur kehamilan trimester III, serta pemeriksaan laboratorium lainnya ( seperti protein urin, reduksi urin ) atas indikasi.

c.     Petugas melakukan pemeriksaan      :

»      Tinggi Badan, Berat Badan, LLA, Tekanan darah.

»      Petugas melakukan Inspeksi kepada pasien.

»      Mengukur ukuran panggul ( bila ada indikasi  : TB < 145 cm ).

»      Memeriksa TFU, posisi janin, presentasi janin.

»      Pemeriksaan DJJ.

d.    Petugas memberikan Imunisasi TT1 sambil memberitahukan ulangan TT2 yang akan datang.

e.    Petugas memberikan penyuluhan ( gizi bumil, Hygiene perorangan, perawatan payudara selama kehamilan, pentingnya periksakan kehamilan secara rutin sesuai umur kehamilan ), pesan supaya pada saatnya nanti melahirkan di tenaga kesehatan.

f.      Petugas mencatat hasil pemeriksaan pada status ibu, Buku KIA, Kohort Hamil.

g.    Petugas menulis resep ( Kalsium Laktat, Fe, Vitamin ).

h.    Petugas mendeteksi resiko tinggi kehamilan bila ada dan rujuk ke RSU / dokter spesialis serta melakukan kunjungan rumah pasien ( perkesmas ).

i.      Petugas merujuk ke Ruang Pengobatan / Gilut pada pemeriksaan pertama ( K1 ) atau bila ada indikasi.

j.      Petugas mencatat ke kohort ibu sesuai Kartu Ibu.

 

5.   Diagram Alir

 

6.   Referensi

Buku Kesehatan Maternal dan Neonatus, Yayasan Bina Pustaka, Sarwono Prawiroharjo, Jakarta, 2002.

7.   Dokumen Terkait

 

8.   Unit Terkait

1.    Petugas Poli umum

2.    Petugas Laboratorium

3.    Petugas Poli gigi

9.   Rekaman Historis Perubahan

No

Yang Dirubah

Isi Perubahan

Tgl. Mulai Di berlakukan